Selasa, 17 Mei 2011

Inspirasi dari sebuah kata “Gagal”

Sebenarnya, tulisan ini aku share di note facebook ku dan di forum ungu.. Hhhmm.. ini ku posting disini sebagai bentuk testing ku untuk menulis di blog.. hehhe.. maklum.. saya baru belajar.. :D
Selamat membaca!!



Hidup ini, penuh dengan “dinamika”..

Yang mana mempunyai arti yaitu pergerakan yang memberikan perubahan.. (Hhhmm.. untuk sementara ini, itu yg saya tau… hehhhehe..^^,)

Dinamika akan selalu ada dalam setiap langkah kita. Terkadang, kita begitu sulit memahami segala sesuatu yang ada di depan mata. Terkadang pula, kita tidak menyadari bahwa dinamika itulah yang mengajarkan kepada kita akan kebermaknaan hidup ini..

Dan.. Dinamika itulah yang menghantarkan kita pada banyak pilihan.
Pilihan untuk menjadi …“Kaya” atau “Miskin”, “Pintar” atau “Bodoh”, bahkan yang cukup mendasar adalah.. “Sukses” atau “Gagal”… Ketika saya mencoba untuk sejenak merenung, dan memikirkan…

Terlintas satu rumusan masalah dalam benak saya.. Ehhmm… “Apa ya, yang membedakan pilihan satu dengan yang selainnya??”.. Padahal, kita sadari.. Bahwa Tuhan menganugerahkan kita “Mata" ini untuk melihat, “Telinga” ini untuk mendengar, “Akal” ini untuk berpikir.. dan “Hati” ini untuk menghayati.. Nah, saya pikir… Kita semua, sama-sama mempunyai semua hal itu (secara kapabilitas/kemampuan kita sama). Lantas, apa sih yang membedakan??

Setelah, adanya proses berpikir dan menghayati, akhirnya saya menemukan jawabannya.. Yang membedakan antara pilihan satu dengan pilihan yang selainnya adalah.. “Kadar Kemauan serta Kerja Keras” kita.. Tak sedikit orang yang lupa, bahwa segala sesuatu yang telah ia terima, segala sesuatu yang ia rasakan adalah berawal dari apa yang telah ia lakukan..

Ingat,!! Bahwa, sebuah realitas yang menghampiri kita.. Tidak akan terjadi.. jika kita, tidak memulai untuk menstimulasi terlebih dahulu.. Maksudnya, segala sesuatu yang kita alami, segala sesuatu yang kita rasakan,, tidak akan terjadi, tatkala kita sendiri tidak memulai untuk menciptakan sebuah kenyataan itu.. Nah, hal ini menunjukkan.. Bahwa begitu pentingnya, peran “Kemauan serta Kerja Keras” kita dalam mencapai sebuah impian..

Ehhmm.. ngomong-ngomong masalah “impian”… Pastinya, kita sebagai individu mempunyai banyak impian yang ingin diraih..Entah itu, masalah Study, Bisnis, Karir, bahkan untuk masalah pasangan hidup sekalipun.. Nah, kalau udah ngebahas impian, tidak bisa luput dari 2 pilihan.. yaitu “Sukses” atau “Gagal”.

Ya….!!! “Gagal”… “Gagal”… dan “Gagal”…
Hhhmm.. siapa sih, yang mau mengalami kegagalan?? Saya pikir, semua orang pasti menginginkan sebuah kesuksesan untuk merasakan sebuah kebahagian, termasuk saya.. hehhhe..(^^,)v

Setelah saya pikir-pikir.. Setiap orang pasti pernah merasakan hal ini.. Yaitu, merasakan Semuanya, berawal dari sebuah evaluasi.. Baik evaluasi secara internal maupun eksternal.. Tidak dapat dipungkiri, Jika standard kedirian / standard internal sudah dipenuhi langkah-langkahnya untuk sukses, Namun ternyata kondisi eksternal blm bisa bersahabat, maka tetap saja belum dikatakan sukses atau pun sebaliknya..




-Point Pertama-
Yang perlu kita ketahui, dalam hal ini “evaluasi” mempunyai peran yang cukup penting untuk menentukan sukses atau tidak secara kedepannya.. Gampangannya nih ya,.. Kalau kita mendapati sebuah kegagalan, pastinya yang menjadi masalah adalah “Bagaimana cara meraih suksesnya?”.. So, tentunya kita wajib untuk melakukan evaluasi. Nah… Lantas, apakah orang yang sudah sukses meraih impiannya, sudah dikatakan tidak mempunyai masalah lagi?? Jawabannya, orang yang sudah sukses sekalipun masih mendapati masalah. Masalahnya adalah “Bagaimana cara mempertahankan suksesnya?”. Berarti, tidak dapat dipungkiri pula bahwa orang yang sudah sukses sekalipun masih butuh yang namanya “Evaluasi”.

-Point Kedua-
Untuk lebih mendetailkan langkah-langkah yang harus dicapai, sebaiknya kita membuat “target list”. Ehhm.., gunanya untuk apa, sih?? Target List ini yang bakalan bantu kita untuk mengkonkritkan impian-impian apa saja yang ingin kita raih. Target List ini juga, yang bakalan jadi kompas impian kita. Maksudnya, dengan adanya acuan, kita pasti gak bakalan salah arah. So, ketika dalam proses pencapaiannya kita nggak asal jalan(nggelambyar begitu saja).

-Point Ketiga-
Nah., ini nih yang paling seru.. “Atur Strategi”..(^^. Hoohoho). Strategi inilah yang bakalan jadi bentuk pengaplikasian target list kita.. Maksudnya, Strategi ini yang bakalan jadi solver (pemecah masalah) kita ,ketika kita menemui kesulitan saat menjalankan target list..Kasarannya nih, strategi ini bisa dikatakan Cara-cara sukses / solusi untuk pencapaian target list. Perlu diketahui, bahwa Strategi kita, haruslah sesuai dengan objek permasalahan. Maksudnya, strategi yang dibuat haruslah sesuai dengan kebutuhan permasalahan yang dihadapi.. Tidak sedikit orang yang lupa, bahwa sudah semestinya strategi yang dibuat haruslah mempunyai sinkronisasi dengan target list, dalam arti kalau kita lagi ngebahas soal A, maka solusinya juga kudu A, kan aneh kalau ngebahas soal A, tapi jawabannya malah B, C, D dan seterusnya.. wahh.. malah gak nyambung kan?? -_-“ . Jadi, intinya… kalau lagi bikin strategi harus realistis dengan permasalahan yang dihadapi..

-Point Keempat-
“Siapkan diri!!!”. Point yang satu ini, juga punya andil besar dalam pencapaian impian kita. Seperti yang saya sampaikan di awal, gak peduli masalah “Study, Bisnis, Karir atau bahkan masalah pasangan hidup sekalipun”.. Yang saya maksud dalam point ini adalah kesiapan diri kita. Sejauh ini..Selama saya sharing dengan teman-teman yang selainnya, hal yang membuat mereka ragu untuk mencobanya adalah “pengalaman gagalnya di masa lalu”..

Nah, ini nih… yang jadi penghambat bagi insan manusia untuk selangkah lebih maju dari yang lain. Saya menyadari, bahwa pengalaman gagal di masa lalu selalu terngiang dalam pikiran dan hati kita saat hendak melangkah untuk mencoba. Dan saya akui, bahwa secara psikologis hal ini akan sangat mempengaruhi standard perwujudan impian kita..

Bahkan, lebih ekstrimnya.. pengalaman gagal itu sampai-sampai membuat kita, memvonis diri kita sendiri, bahwa sampai kapan pun kita tidak akan bisa meraih impian itu. Hhhmm… Masa’ sih, kita mau dikalahkan dengan masa lalu..??? Mungkin, saya memang tidak pernah merasakan luka yang begitu mendalam seperti teman-teman saya rasakan, namun satu yang harus kita ketahui.. bahwa “ketika kegagalan berhasil membuat kita menangis, berhasil membuat kita terpuruk, bahkan berhasil membuat kita semakin putus asa, menandakan bahwa, kesuksesan itulah yang menantang kita untuk mengalahkan kegagalan yang pernah kita alami di masa lalu bahkan, kesuksesan mengajak kita untuk bangkit meraih sebuah senyuman kemenangan ..”.
==============================================================
Terkadang, sebuah kata “gagal” membuat kita semakin tidak berdaya..
Terkadang pula, sebuah kata “gagal” membuat kita semakin rapuh..
Namun, sesungguhnya..
Sebuah kata “gagal’ itulah yang membuat kita mengerti serta memahami akan kebermaknaan hidup ini..
Sebuah kata “gagal” itulah yang senantiasa mengingatkan kita, bahwa ada sebuah “Kesempurnaan” harus kita kejar untuk merasakan sebuah “Kebahagiaan”..
==============================================================
HHhmm… semoga, catatan kali ini bisa menjadi inspirasi, baik itu untuk saya sendiri atau pun untuk rekan-rekan yang membaca.. Meskipun, kadar inspirasi yang kita dapatkan hanya bagaikan setetes embun pagi, ketahuilah bahwa setetes saja bisa memberikan pembelajaran yang berarti..
Wahh, sebelumnya saya meminta maaf jika ada bahasa yang kurang berkenan.. Mohon, untuk share evaluasi catatan saya ini.. hohohoo…(^^,)V
Terima kasih tiada tara..
Salam inspirasi!!! v(^_^)v…



Tidak ada komentar: