Keheningan malam telah gantikan hangatnya pagi. . .
Tak terasa, pasir waktu terus berjalan,
Tanpa hari yang kosong,
Hari-hari yang telah terlewati,
Telah torehkan ribuan kisah kehidupan seorang anak manusia. . .
Tak terasa pula, pasir waktu lah yang senantiasa mengingatkanku akan sisa-sisa waktu perjuanganku. . .
Ketika diri dihujam rasa sakit,
Semuanya tampak gelap . . .
Impian,
Harapan,
Seolah hilang tak berbekas. . .
Namun, palung kesadaranku tetap menggenggam sebuah ikrar pengabdian. . .
Pengabdian pada Yang Maha Mengetahui. . .
Itulah yang senantiasa membuatku berdiri tegar hingga saat ini . . .
Ya Rabb,
Bangunkan aku, ketika aku tidur terlalu lama dalam ketidakberdayaan. ..
Ya Rabb,
Bulatkan tekadku, ketika aku mulai ragu dengan tugas muliaku. . .
Ya Rabb,
Kuatkan hatiku, ketika aku tak kuasa membendung tetesan air mata . . .
Ku yakin,
Bahwa, kekecewaan, kesedihan, penyesalan. . .
Kan terbayar dengan ukiran-ukiran karya terhebat untuk Yang Maha Pengasih. . .
Kuhaturkanmaaf yang tiada tara,
Untuk-Mu..., yang berikanku kesempatan untuk berjuang, menggenggam janji setia pengabdianku. . .
Sungguh. . .
Bukan karena aku tak sanggup,
Sungguh . . .
Bukan karena aku tak mampu. . .
Namun.. maaf,
Jika di sisa waktuku, aku belum mampu menunaikan tugasku dengan sepenuhnya. . .
Maaf,
Jika di sisa waktuku, aku belum mampu menerangi hati orang-orang yang selayaknya pantas tuk dapatkan bahagia dari-Mu. . . Ya Rabb. . .
Untuk saat ini,
Aku hanya bisa, berikan apa yang aku punya . . .
Pikiranku,
Hatiku,
Dan segalanya. . .
Hanya untuk-Mu, ILLAH ku. . .
Meski kusadari, kujalani semua ini dengan kata "tertatih" . . .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar