Senin, 19 Desember 2011

Mensyukuri Segala Sesuatu yang Ada


“Mensyukuri segala sesuatu yang ada.”. . Sebenarnya, kata-kata ini cukup klise dan berulang kali kita dengar. . Namun. . jika dipikir-pikir lagi, maknanya cukup dalam. .  Dari kata-kata ini. . Membuatku selalu ingat, bahwa segala sesuatu yang aku miliki, segala sesuatu yang aku dapatkan, senantiasa membuatku belajar. . Senantiasa membuatku jauh lebih tegar dari sebelumnya. .

Di saat pikiran dan hati sedang berkecambuk, Di saat pikiran dan hati ingin pergi jauh meninggalkan semua yang ada, kata-kata ini selalu membuatku jauh lebih tenang. .  Kalian tahu kenapa??? Karena dengan bersyukur, aku bisa senantiasa merasakan nikmatnya rasa bersabar. .

Bersabar untuk menunda sesuatu yang aku inginkan. . Bersabar untuk meraih apa-apa yang belum bisa aku dapatkan. .



Untuk menikmati indahnya kesabaran, kita perlu menikmati rasa syukur terlebih dahulu. . Sama seperti halnya kita, untuk bisa mempercayai orang lain, kita perlu percaya pada diri sendiri terlebih dahulu. . Kenapa bisa begitu??? Karena. . untuk  bisa bersabar, langkah awalnya adalah menerima apa-apa yang sudah kita punya dengan segala ketulusan hati. . Dan sama halnya seperti kita, untuk bisa percaya sama orang lain, kita juga harus percaya pada diri sendiri terlebih dahulu karena apa?? Karena, ketika kita sudah percaya dengan apa-apa yang telah diri kita lakukan, kita gak akan pernah takut untuk bisa percaya dengan orang lain, kita gak akan takut untuk bekerja sama dengan orang lain, melengkapi segala sesuatu yang mana masing-masing kita tidak punya. . Entah itu bekerja sama membangun sebuah impian, atau bahkan membangun komitmen dengan seseorang. .

Terkadang, keadaan sekitar membuat kita semakin ingin lari dari apa-apa yang tidak kita inginkan. . Seakan-akan membuat kita ingin pergi jauh. .Entah itu masalah keluarga, antar teman, antar rekan kerja atau bahkan masalah pasangan hidup sekalipun. .

Aku pikir, tidak ada satu pun orang yang menginginkan ketidakbahagiaan. . Tidak terkecuali aku sendiri. . Hahahaha. . Karena Fitrah dasar manusia adalah ingin bahagia. . Namun, sayangnya dalam hidup ini tidak selamanya kita merasakan kebahagiaan.  . Masih banyak hal  yang perlu kita cari untuk senantiasa menikmati karunia-Nya. .



Allah akan selalu mendengar doa tiap hamba-Nya. .  Allah akan selalu memberikan pesan-pesan kecilnya kepada kita dengan melalui banyak jalan. . Bisa melalui orang-orang yang dekat dengan kita, atau pun bisa melalui orang-orang yang belum pernah kita kenal sekalipun. .

Entah gak ngerti kenapa, aku ingin malam ini untuk tidak cepat berlalu. . Sepertinya aku ingin malam menemaniku sejenak untuk lebih lama mendengar ceritaku kali ini. . Menikmati keheningannya. . serta melihat para bintang yang seolah tidak pernah habis sinarnya , dengan harapan esok akan menjadi hari yang lebih baik dari hari ini.  ..

Amin,. . Insya Allah~
:) 

Rabu, 07 Desember 2011

Jika saja Kita Menyadari

Bissmillahhirrahmanirrahim. .

Hihihi. . malem ini kerasa dingin banget ga tau kenapa bisa dingin, dari kemarin-kemarin sebenernya pengen nulis ini cerita. . Tapi, karena capek, akhirnya kuputuskan untuk menulis sekarang, dengan suasana yang seperti biasanya kutulis dalam tulisan blog ini. . Sendirian, di kamar, sambil dengerin lagu. . hihihi :D



Nah, mumpung neh wangsit dalam otak masih fresh, maka dari itu aku putusin untuk cepat-cepat nulis. .
Hhhm. . jadi, kronologinya begini neh Mas Broo dan Mbak Broo. . :D . .Sekitar Ba’da Isya’. . Kebetulan, kemarin aku dan adikku di ajak kakak sepupuku keluar di sebuah Mall di Surabaya tujuan sih sebenernya buat ngerayain hari jadinya, Kita bertiga berangkat dengan dua motor, adikku dengan kakak sepupuku,kemudian akunya sendiri bawa motor sendirian. .

Sesampainya disana, kita bertiga nyempetin buat muter-muter dulu, sambil liat-liat apa aja yg di Mall itu, tanpa pikir panjang kita bertiga langsung menuju foodcourtnya buat beli makanan. .
Alhamdulillah, setelah kita bertiga kelar makan. . Kita mutusin buat pulang, karena jam udah nunjukin sekitar pukul setengah sepuluh malem. .

Kemudian, kita keluar dari Mall dan menuju parkiran sepeda motor bareng-bareng. . Setelah itu, aku ambil sepeda motor yang udah aku parkir di tempat yang sebelumnya. . Nah, waktu udah ngasih karcis ke petugas aku nyuruh adikku untuk berangkat duluan, karna aku harus masukin dompet ke jok sepeda biar gak kelupaan gitu maksudnya :D lagipula, dudulnya aku waktu itu aku lagi gak bawa tas, hihihi :D . .



Hhhm.. tiba-tiba aja ada seorang gadis kecil yang menghampiriku dengan menyodorkan satu gelas plastik kosong bekas air mineral, sambil berkata , “ Mbak, permisi boleh minta gak mbak???”. .  dia mengatakan hal itu sembari dengan wajah yang memelas, serta kondisi wajah yang kelihatan awut-awutan alias gak karuan gitu.. 

Huuufft..Tanpa pikir panjang, aku langsung merogoh uang di dompet sembari aku bertanya , “ Iya, sebentar yah. . Oh ya, kamu sekolah dek?? Kelas berapa??”, lalu gadis kecil itu menyahutiku, “ Masih kelas 1 SD mbak”. . huuufftt. . dalam hatiku, “Hah?? Yg bener aja masih kelas 1 tapi dia udah minta-minta di jalanan jam segini pula, Ya Allah. .”. Lalu, ada anak lelaki di sebelah gadis kecil itu namun terlihat lebih tua usianya dari gadis kecil itu, dia beranjak dari tempat duduknya lalu berkata padaku juga, “HHmm, mbak aku juga minta boleh gak mbak??” . . masih dengan raut wajah yang sama dengan gadis kecil itu, kemudian aku jawab, “Iya, boleh. . kamu juga sekolah dek?? Kelas berapa??”. . “Kelas 4 SD mbak,” jawab anak lelaki itu sembari tersenyum padaku. . 

Lalu, langsung saja aku ambil beberapa uang yang aku punya, kusodorkan uang itu pada gelas plastik bekas yang mereka punya dengan jumlah uang yang sama. . :D hihihi, aku sengaja samain jumlahnya supaya ntar mereka gak bertengkar karena berebut gitu :D. . Karena udah malem, dan takut gak nyampe-nyampe di rumah, aku putuskan langsung cabut, kemudian mereka berdua bebarengan bilang ke aku , “Makasih ya mbak??” .. aku jawab, “Iya sama-sama,dek. . Kalian hati-hati yah ini sudah malem soalnya. .”.  Kemudian mereka menjawab dengan bebarengan lagi, “Iya mbak”.  Lalu aku berlalu begitu aja dengan motorku itu . .

Huuftt. . Tahukah kalian??? Waktu di jalan sambil mengendarai motor, aku masih aja kepikiran sama gadis kecil dan anak lelaki itu. . Yang ada di pikiranku adalah, “Mereka udah nyampe rumah belom ya?? Udah belajar apa belom buat sekolahnya besok?? Trus, mereka masih ada orang tuanya gak sih?? Atau, kira-kira ada gak yah orang yang ngingetin mereka buat tidur dan ngebacain beberapa cerita/dongeng untuk nganter mereka ke alam mimpi??? . . 



Hmmm. aku gak bisa ngebayangin kalo misalnya yang aku temui itu terjadi pada adik-adikku sendiri. . Sungguh gak tega melihatnya, semakin aku berpikir, semakin aku merasa hidup memang teramat sulit, sembari kuhembuskan nafasku di sela-sela angin yang terus membawaku di malam yang dingin pada saat itu. . Begitu banyak pernyataan dalam pikiranku yang pada akhirnya hal-hal itu semakin membuatku berkecambuk.

Terlintas dalam benakku, bagaimana jadinya jika penerus generasi muda seperti itu, aku pikir gadis kecil dan anak lelaki itu juga tidak menginginkan dirinya harus meminta-minta di jalanan hingga larut malam, padahal keesokan harinya mereka masih harus berangkat ke sekolah. . Hhhm. . realitas seperti ini seakan-akan nunjukin banget bahwa memang tatanan masyarakat yang ada masih belum bisa ideal seperti yang kita harapkan selama ini. . Masih banyak hal yang perlu diperhatikan. . mulai dari tingkat kepedulian masyarakat, sampe sistem sosial yang terkadang masih belum bisa dikatakan stabil, serta peranan para pemimpin yang turut andil dalam sistem masyarakat ini. .

Hedehhh -_-“ berasanya jadi geregetan juga kalo liat realitas yang kayak gini-gini terus. . Realitas yang kayak gini adalah merupakan bagian kecil dari sebagian besar realiatas miris lainnya.
Hal-hal seperti ini pula yang terkadang bikin aku punya impian besar buat bisa memperbaiki sistem masyarakat yang ada J . Hal-hal seperti ini pula yang seharusnya bikin kita semakin peka dengan keadaan sekitar. . Berusaha membaca tiap realitas yang ada, menjadikannya kita untuk punya mimpi yang jauh lebih besar, sehingga di kemudian hari kita bisa mengurangi masalah-masalah yang seperti kita temui . . hihihi :D bahkan, kalo bisa sih kita bikin supaya gak bakal ada kasus yang kini lagi . . :)
Hahaha. . :D sebenernya aku sudah menetapkan impian tapi, . . masih rahasia neh Mas Broo dan Mbak Brooo. . XD kalo waktu udah pas, insya allah aku bakal bahas yang namanya cita-cita dalam segi profesi. . hihihi :D

Hhhmm. . jadi teringat satu firman Allah yaitu di QS. Al-Baqarah ayat 30 yang mana artinya :


“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat “sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang Kholifah dimuka bumi ini . . . .”



Nah, udah jelas banget bukan. . “Khalifah di muka bumi ini” yaitu pemimpin di muka bumi . . :) Allah mengamanahkan kita sebagai umat-Nya untuk menjadi pemimpin di muka bumi yang mana diberi kekuasaan dan wewenang untuk mengatur segala sesuatu yang ada di muka bumi ini. . . Namun yang sangat perlu kita ketahui, jika tiba masanya. . kita akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita para umat-Nya. . :) 


Hhhmm. . andai saja, setiap manusia menyadari misi pencipataan dirinya di muka bumi ini (pemimpin di muka bumi) maka sesungguhnya keteraturan akan senantiasa mendampingi  kehidupan kita. . Tatanan masyarakat akan sesuai sebagaimana mestinya. .  idealnya, kita sebagai manusia dapat merasakan kesejahteraan satu sama lainnya. . Karena kita sama-sama tahu apa yang harus dilakukan untuk menjaga dan merawat apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita. .



Coba bayangin aja dah, Kalo setiap orang ada kemauan untuk senantiasa melakukan yang terbaik, saling berbagi inspirasi, saling berbagi apa-apa yang kita punya kepada orang lain ^_^ . . ketentraman itu bakal ada. . dan realitas gadis kecil dan anak lelaki itu bisa jadi gak bakal kita temui lagi. . Karena apa?? :D karena setiap orang sadar akan amanah yang mereka punya, karena setiap orang paham betul apa yang harus dilakukan untuk membenahi segala sesuatu yang dirasa masih belum dikatakan ideal untuk di aplikasikan/digunakan dalam kehidupan ini. .

Hhahaha. . aku rasa cukup sampai disini dulu yahh :D. . banyak-banyak juga yang ada ntar malah jadi puyeng bacanya, dan gak bakal ketangkep isi dari tulisan ini. . semoga bermanfaat buat kita semua. . Legaaa rasanya setelah nuliss. . hihihi :D

Alhamdulillah. . :D 

Sabtu, 12 November 2011

Terima Kasih

Bismillahirrahmanirrahim, . .



Seperti malam-malam sebelumnya. . menulis sendiri, ditemani dengan alunan music instrumental yang sesekali menyejukkan hati dan pikiranku. Yang sejenak menyapa sampai ke dasar kalbu, hingga aku terbangun dalam lamunan semuku. .
Kucoba sampaikan beberapa untaian harapan pada malam yang selalu setia menjaga bintang. .  Yah. . pada malam yang setia menjaga bintang. . Seperti sekarang ini. . aku yang sedang menunggu sesuatu. .

Entah kenapa, malam ini sedikit membuatku berpikir sejenak. . Aku baru menyadari, bahwa dalam hidup ini begitu banyak orang yang silih berganti datang dan pergi untuk mewarnai perjalanan ini. .

Entah itu warna hitam, putih, merah, atau bahkan biru. . Tak pernah kubayangkan sedikitpun, bahwa aku masih disini, di tempat ini, dengan keadaan ini. . Yang masih tetap bisa merasakan setiap detak jantung yang Allah berikan padaku. . Tak pernah kubayangkan sedikitpun, bahwa kini pasir waktu menyadarkanku bahwa tinggal beberapa hari lagi usiaku akan semakin berkurang. . Itu pertanda bahwa tanggung jawab yang aku emban sebagai seorang hamba Allah akan semakin besar. . Dan tahukah kalian??? Jika ada yang bertanya padaku apakah aku sudah siap dengan usia yang baru?? Aku akan jawab, “belum siap”. .  Kalian tau kenapa?? Karena aku masih harus berusaha melakukan semua sebaik yang aku bisa untuk tetap bisa belajar. . Belajar memahami realitas yang ada di sekelilingku. . belajar memahami orang-orang yang ada disekelilingku. .

Sejenak kupejamkan mata ini. . mencoba menghayati segala sesuatu yang ada dalam kehidupanku hingga saat ini. . Kusadari, bahwa aku sebagai manusia biasa pasti tak kan pernah luput dari dosa. . terkadang kondisi tertentu membuatku jatuh dan bangun berkali-kali. . Sesekali aku pernah mencoba untuk menyerah. . Sungguh tidak pantasnya aku, jika aku menyerah begitu saja. . Karena yang aku tau, ketika keadaan membuatku jatuh dan bangun berkali-kali itu tandanya Allah masih sayang padaku. . 

Allah selalu mengingatkanku, Allah selalu menegurku melewati orang-orang yang datang dan pergi  setiap harinya dalam hari-hariku. . Entah itu dari kebahagian atau luka yang pernah mereka berikan padaku. . Bagaimanapun itu dan apa pun itu, hidup ini harus tetap berjalan. .

Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang tiada tara untuk semua orang yang sudah pernah bahkan sampai saat ini masih mau mendengarku dan terus berada disampingku memberikanku semangat. .

Terima kasih,karena kalian telah berikanku kekuatan untuk terus bertahan melanjutkan tanggung jawab yang aku emban selanjutnya. . 

~Surabaya, 11 November 2011~

Kamis, 28 Juli 2011

Karena Aku punya Mereka



Terima kasih ya Allah.. Karna sampai saat ini, Kau tlah berikanku kesempatan untuk  hidup lebih lama lagi.. menikmati semua yang ada.. merasakan semua yang aku punya..

Keluargaku..
Teman dan sahabat-sahabat seperjuanganku..
Orang-orang yang menyayangiku...
Orang-orang yang baru sajaa ku kenal..
Ya.. semuanyaa.. mereka semua yang aku punya..
Mereka semua yang telah hadir dalam hidupku..

Dalam sedihku.. tangisku..
Bahagiaku..
Kecewaku..
Dan segalanya..

Aku bukanlah siapa-siapa..
Aku bukanlah sosok yang istimewa..
Aku tak butuh jawaban dari siapa pun..
Jawaban atas semua yang telah terjadi..
Jawaban atas semua yang telah terekam dalam memory hidup ini..
Karna aku.. hanya ingin sajak-sajak kalbu mendegarnya..
Karna aku.. hanya ingin berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja..

Kuterus mencoba untuk membuat kisah ini menjadi sedikit lebih berarti..
Dengan semua yang aku punya...
Karena aku punya cerita..


Mungkin aku merasa takut,
Mungkin aku merasa tidak bisa melewati semua ini..
Tapi aku punya mereka..
Mereka yang akan slalu mengukir kisah dalam catatan kehidupanku..
Ya.. Karna aku  punya mereka..

Minggu, 24 Juli 2011

Maher Zain - Insya Allah (feat. Fadly Padi)

Sebuah lagu, yang mempunyai lirik-lirik yang sederhana.. Namun, ketika aku mencoba untuk mendalaminya sebentar, lagu ini menggugah harapan-harapan yang mungkin sulit untuk kita raih.. Hhhmm.. pendapatku untuk lagu ini adalah.. "Cukup Menyejukkan hati".. 




ketika kau tak sanggup melangkah
hilang arah dalam kesendirian
tiada mentari bagai malam yang kelam
tiada tempat untuk berlabuh

bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

reff:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
every time you commit one more mistake
you feel you can’t repent and that it’s way too late
you’re so confused wrong decisions you have made
haunt your mind and your heart is full of shame
but don’t despair and never lose hope
’cause Allah is always by your side

reff2:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
turn to Allah He’s never far away
put your trust in Him, raise your hands and pray
oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
hanya engkaulah pelitaku
tuntun aku di jalanmu selamanya

reff3:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
repeat reff3 [until fade]

Selasa, 05 Juli 2011

Ayah.. Ibu.. Aku sedang berusaha untuk menjadi dewasa

Bismillahirrahmanirrahim.. 

Saat ini, di pagi ini.. masih dengan kamar yang sama.. dengan keheningan yang sama.. Namun kini pikiran dan hatiku sedang tidak sama seperti biasanya ketika aku sedang menulis blog..

Entah aku harus memulainya darimana.. Satu hal yang ingin aku katakan hari ini adalah.. Aku sedang gelisah.. Dengan semua yang ada, dengan semua yang telah terjadi belakangan ini.. Kadang aku gak mengerti, apakah aku harus diam saja.. atau aku juga harus turut andil di dalamnya untuk memberikan beberapa pendapat.. 

Yang jelas, keadaan ini telah membuatku menyembunyikan senyum dibalik rasa gelisah ku..  Aku hanyalah seorang anak Remaja yang baru saja akan menginjak umur 19 tahun.. Kusadari, aku belum tahu tentang apa-apa.. Tapi aku juga berusaha untuk membuat semuanya menjadi lebih baik..

Aku adalah anak pertama dari 2 bersaudara.. Semua orang juga tau, bahwa bagaimanapun anak pertama pasti akan mengemban tanggung jawab lebih besar.. Melakukan apa-apa yang seharusnya dia lakukan meskipun dia tau itu sulit.. Melakukan apa-apa yang seharusnya dia lakukan meskipun dia tau itu berat untuk dilakukannya… Mengatakan apa-apa yang seharusnya dia katakan, meskipun dia tau bahwa itu belum sepantasnya dia katakan.. Mengatakan apa-apa yang seharusnya dia katakan, meskipun dia tau bahwa dia mengatakannya dengan perasaan yang sedang kacau.. 



Ayah.. Ibu.. Dengarkanlah aku.. Aku sedang berusaha untuk menjadi dewasa.. Melakukan semua dengan segala pertimbangan yang matang.. Karena kutahu untuk menjadi dewasa aku harus bisa menilai sesuatu dengan bijaksana.. Namun.. entahlah.. peristiwa akhir-akhir ini membuatku merasa takut.. peristiwa akhir-akhir ini membuatku terus berpikir.. Apa lagi yang akan terjadi di esok hari?? Aku masih ingat betul, aku tak pernah melihat kalian seperti ini sebelumnya.. “Maaf,, mungkin aku tak mengerti apa yang sedang kalian bicarakan akhir-akhir ini.. Namun ingatlah.. aku masih punya akal dan perasaan sehingga aku masih bisa menilai”.. Mungkin aku masih belum bisa dikatakan dewasa.. Tapi, ketahuilah.. bahwa aku sudah mulai mengerti jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang seharusnya.. 

Ayah.. Ibu.. Dengarkanlah aku.. Aku sedang berusaha untuk menjadi dewasa.. Maka, cobalah untuk tidak membuatku takut menjadi dewasa.. Meskipun aku tahu, kalian tak mempunyai maksud seperti itu.. Mungkin sebagian besar anak-anak lain akan diam saja dan tidak mau tau apa yang sedang orangtua nya biacarakan berhari-hari tanpa sebuah solusi.. Tapi, aku tidak seperti itu.. Aku akan berpikir dan mencoba sejenak untuk menilainya.. Kalian tau mengapa begitu?? Seperti yang sudah kubilang, “Aku sedang berusaha untuk menjadi dewasa”.. 

Aku tak berharap kalian membaca tulisan ini.. Namun dengan aku menulis ini, setidaknya meredakan sedikit kegelisahanku akhir-akhir ini.. Aku sempat berpikir.. Apakah kalian merasa lelah dengan perjalanan kalian selama ini?? Entahlah..  Sungguh.. Ya Robb.. aku hanya ingin semuanya akan menjadi baik-baik saja.. 

Terkadang ketika aku sedang merasa gelisah.. Aku merasa, senyum kebahagiaan itu begitu cepat berlalu.. Namun aku tau apa yang harus kulakukan.. Yaitu.. tetap terlihat tegar, meskipun ku tau hatiku sungguh tertatih.. Tetap harus tersenyum kepada siapa pun, entah itu adik ku atau pun pada kalian berdua.. Meskipun ku tau, dadaku terasa sesak ketika ku tau semuanya sedang tidak berjalan sempurna.. Percayalah.. Semuanya akan baik-baik saja..

~Alhamdulillah..
Terima Kasih untuk semuanya~