Rabu, 07 Desember 2011

Jika saja Kita Menyadari

Bissmillahhirrahmanirrahim. .

Hihihi. . malem ini kerasa dingin banget ga tau kenapa bisa dingin, dari kemarin-kemarin sebenernya pengen nulis ini cerita. . Tapi, karena capek, akhirnya kuputuskan untuk menulis sekarang, dengan suasana yang seperti biasanya kutulis dalam tulisan blog ini. . Sendirian, di kamar, sambil dengerin lagu. . hihihi :D



Nah, mumpung neh wangsit dalam otak masih fresh, maka dari itu aku putusin untuk cepat-cepat nulis. .
Hhhm. . jadi, kronologinya begini neh Mas Broo dan Mbak Broo. . :D . .Sekitar Ba’da Isya’. . Kebetulan, kemarin aku dan adikku di ajak kakak sepupuku keluar di sebuah Mall di Surabaya tujuan sih sebenernya buat ngerayain hari jadinya, Kita bertiga berangkat dengan dua motor, adikku dengan kakak sepupuku,kemudian akunya sendiri bawa motor sendirian. .

Sesampainya disana, kita bertiga nyempetin buat muter-muter dulu, sambil liat-liat apa aja yg di Mall itu, tanpa pikir panjang kita bertiga langsung menuju foodcourtnya buat beli makanan. .
Alhamdulillah, setelah kita bertiga kelar makan. . Kita mutusin buat pulang, karena jam udah nunjukin sekitar pukul setengah sepuluh malem. .

Kemudian, kita keluar dari Mall dan menuju parkiran sepeda motor bareng-bareng. . Setelah itu, aku ambil sepeda motor yang udah aku parkir di tempat yang sebelumnya. . Nah, waktu udah ngasih karcis ke petugas aku nyuruh adikku untuk berangkat duluan, karna aku harus masukin dompet ke jok sepeda biar gak kelupaan gitu maksudnya :D lagipula, dudulnya aku waktu itu aku lagi gak bawa tas, hihihi :D . .



Hhhm.. tiba-tiba aja ada seorang gadis kecil yang menghampiriku dengan menyodorkan satu gelas plastik kosong bekas air mineral, sambil berkata , “ Mbak, permisi boleh minta gak mbak???”. .  dia mengatakan hal itu sembari dengan wajah yang memelas, serta kondisi wajah yang kelihatan awut-awutan alias gak karuan gitu.. 

Huuufft..Tanpa pikir panjang, aku langsung merogoh uang di dompet sembari aku bertanya , “ Iya, sebentar yah. . Oh ya, kamu sekolah dek?? Kelas berapa??”, lalu gadis kecil itu menyahutiku, “ Masih kelas 1 SD mbak”. . huuufftt. . dalam hatiku, “Hah?? Yg bener aja masih kelas 1 tapi dia udah minta-minta di jalanan jam segini pula, Ya Allah. .”. Lalu, ada anak lelaki di sebelah gadis kecil itu namun terlihat lebih tua usianya dari gadis kecil itu, dia beranjak dari tempat duduknya lalu berkata padaku juga, “HHmm, mbak aku juga minta boleh gak mbak??” . . masih dengan raut wajah yang sama dengan gadis kecil itu, kemudian aku jawab, “Iya, boleh. . kamu juga sekolah dek?? Kelas berapa??”. . “Kelas 4 SD mbak,” jawab anak lelaki itu sembari tersenyum padaku. . 

Lalu, langsung saja aku ambil beberapa uang yang aku punya, kusodorkan uang itu pada gelas plastik bekas yang mereka punya dengan jumlah uang yang sama. . :D hihihi, aku sengaja samain jumlahnya supaya ntar mereka gak bertengkar karena berebut gitu :D. . Karena udah malem, dan takut gak nyampe-nyampe di rumah, aku putuskan langsung cabut, kemudian mereka berdua bebarengan bilang ke aku , “Makasih ya mbak??” .. aku jawab, “Iya sama-sama,dek. . Kalian hati-hati yah ini sudah malem soalnya. .”.  Kemudian mereka menjawab dengan bebarengan lagi, “Iya mbak”.  Lalu aku berlalu begitu aja dengan motorku itu . .

Huuftt. . Tahukah kalian??? Waktu di jalan sambil mengendarai motor, aku masih aja kepikiran sama gadis kecil dan anak lelaki itu. . Yang ada di pikiranku adalah, “Mereka udah nyampe rumah belom ya?? Udah belajar apa belom buat sekolahnya besok?? Trus, mereka masih ada orang tuanya gak sih?? Atau, kira-kira ada gak yah orang yang ngingetin mereka buat tidur dan ngebacain beberapa cerita/dongeng untuk nganter mereka ke alam mimpi??? . . 



Hmmm. aku gak bisa ngebayangin kalo misalnya yang aku temui itu terjadi pada adik-adikku sendiri. . Sungguh gak tega melihatnya, semakin aku berpikir, semakin aku merasa hidup memang teramat sulit, sembari kuhembuskan nafasku di sela-sela angin yang terus membawaku di malam yang dingin pada saat itu. . Begitu banyak pernyataan dalam pikiranku yang pada akhirnya hal-hal itu semakin membuatku berkecambuk.

Terlintas dalam benakku, bagaimana jadinya jika penerus generasi muda seperti itu, aku pikir gadis kecil dan anak lelaki itu juga tidak menginginkan dirinya harus meminta-minta di jalanan hingga larut malam, padahal keesokan harinya mereka masih harus berangkat ke sekolah. . Hhhm. . realitas seperti ini seakan-akan nunjukin banget bahwa memang tatanan masyarakat yang ada masih belum bisa ideal seperti yang kita harapkan selama ini. . Masih banyak hal yang perlu diperhatikan. . mulai dari tingkat kepedulian masyarakat, sampe sistem sosial yang terkadang masih belum bisa dikatakan stabil, serta peranan para pemimpin yang turut andil dalam sistem masyarakat ini. .

Hedehhh -_-“ berasanya jadi geregetan juga kalo liat realitas yang kayak gini-gini terus. . Realitas yang kayak gini adalah merupakan bagian kecil dari sebagian besar realiatas miris lainnya.
Hal-hal seperti ini pula yang terkadang bikin aku punya impian besar buat bisa memperbaiki sistem masyarakat yang ada J . Hal-hal seperti ini pula yang seharusnya bikin kita semakin peka dengan keadaan sekitar. . Berusaha membaca tiap realitas yang ada, menjadikannya kita untuk punya mimpi yang jauh lebih besar, sehingga di kemudian hari kita bisa mengurangi masalah-masalah yang seperti kita temui . . hihihi :D bahkan, kalo bisa sih kita bikin supaya gak bakal ada kasus yang kini lagi . . :)
Hahaha. . :D sebenernya aku sudah menetapkan impian tapi, . . masih rahasia neh Mas Broo dan Mbak Brooo. . XD kalo waktu udah pas, insya allah aku bakal bahas yang namanya cita-cita dalam segi profesi. . hihihi :D

Hhhmm. . jadi teringat satu firman Allah yaitu di QS. Al-Baqarah ayat 30 yang mana artinya :


“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat “sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang Kholifah dimuka bumi ini . . . .”



Nah, udah jelas banget bukan. . “Khalifah di muka bumi ini” yaitu pemimpin di muka bumi . . :) Allah mengamanahkan kita sebagai umat-Nya untuk menjadi pemimpin di muka bumi yang mana diberi kekuasaan dan wewenang untuk mengatur segala sesuatu yang ada di muka bumi ini. . . Namun yang sangat perlu kita ketahui, jika tiba masanya. . kita akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita para umat-Nya. . :) 


Hhhmm. . andai saja, setiap manusia menyadari misi pencipataan dirinya di muka bumi ini (pemimpin di muka bumi) maka sesungguhnya keteraturan akan senantiasa mendampingi  kehidupan kita. . Tatanan masyarakat akan sesuai sebagaimana mestinya. .  idealnya, kita sebagai manusia dapat merasakan kesejahteraan satu sama lainnya. . Karena kita sama-sama tahu apa yang harus dilakukan untuk menjaga dan merawat apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita. .



Coba bayangin aja dah, Kalo setiap orang ada kemauan untuk senantiasa melakukan yang terbaik, saling berbagi inspirasi, saling berbagi apa-apa yang kita punya kepada orang lain ^_^ . . ketentraman itu bakal ada. . dan realitas gadis kecil dan anak lelaki itu bisa jadi gak bakal kita temui lagi. . Karena apa?? :D karena setiap orang sadar akan amanah yang mereka punya, karena setiap orang paham betul apa yang harus dilakukan untuk membenahi segala sesuatu yang dirasa masih belum dikatakan ideal untuk di aplikasikan/digunakan dalam kehidupan ini. .

Hhahaha. . aku rasa cukup sampai disini dulu yahh :D. . banyak-banyak juga yang ada ntar malah jadi puyeng bacanya, dan gak bakal ketangkep isi dari tulisan ini. . semoga bermanfaat buat kita semua. . Legaaa rasanya setelah nuliss. . hihihi :D

Alhamdulillah. . :D 

Tidak ada komentar: