Selasa, 21 Januari 2014

Berawal dari Kata Mau



Menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan memang tidaklah mudah. Namun, bukanlah menjadi suatu alasan kita untuk tidak mau mengupayakan ketika keadaan berbalik menjadi sulit. Begitu banyak permasalahan yang datang, bahkan harus kita hadapi. Tidak jarang bagi kita untuk mengeluh di setiap hari atas segala sesuatu yang harus kita hadapi dan kita terima. Pernahkah mendengar bahwa, "Permasalahan hidup itu akan mendewasakan kita" setujukah dengan pernyataan tersebut?. Mungkin, sebagian besar orang akan menjawab "Ya". Namun saya mempunyai sudut pandang lain terkait jawaban ini. Justru saya ada pilihan jawaban untuk berkata, "Belum tentu". Mengapa? karena menurut saya, tidak semua orang akan menjadi lebih baik atau bijaksana ketika diuji dengan kesulitan. Tidak jarang kita temui orang-orang yang diharapkan mengambil keputusan terbaik, justru mengakhiri permasalahan tersebut dengan cara tidak seharusnya. Sehingga, sebenarnya kita berbicara tentang pilihan. Ya... pilihan untuk mengakhirinya dengan cara yang baik-baik, atau dengan cara yang tidak baik. Karena itulah mengapa saya mengatakan, belum tentu permasalahan hidup akan mendewasakan. Dan sesungguhnya, kedewasaan itu ada pada diri kita sendiri. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah diri kita ada kemauan untuk senantiasa menjadi manusia yang jauh lebih baik dari hari ke hari. Lantas apa guna dari permasalahan dalam kehidupan kita? Justru permasalahan itu adalah sebagai alat ukur kita untuk mengetahui, sejauh mana kita sudah bisa menyelesaikan atau memecahkan permasalahan tersebut.

Maka, senantiasalah terus untuk belajar dan menambah pengetahun di setiap waktu. Karena, tidak dapat dipungkiri bahwa pengetahuan yang kita miliki, juga turut andil dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Semakin banyak pengetahuan yang kita miliki, maka akan semakin banyak pula alternatif jawaban yang kita miliki. Bangunlah kemauan dalam diri, dengan begitu kita akan senantiasa mempunyai suatu hal yang layak bahkan harus diperjuangkan. Tetaplah bersemangat, kuatkanlah dirimu, dan jangan pernah berhenti untuk mengindahkan diri serta segala sesuatu yang ada di sekelilingmu.

Selasa, 15 Oktober 2013

Waktu Terus Berlalu



Waktu terus berlalu. Gema takbir pun masih menggema dengan indahnya di malam ini. Tidak terasa, bahwa waktu mempertemukan kita kembali dengan hari dimana kita bisa saling berbagi. Selamat Idul Adha 1434 H. Semoga Allah senantiasa memudahkan dan mengindahkan jalan kita demi mencapai surga-Nya.
Waktu terus berlalu. Begitu luar biasanya Sang Khaliq, yang senantiasa menepati janji, yang senantiasa mendengar dan mewujudkan setiap impian para umat-Nya. Masih dengan gema takbir yang membuatku hatiku bergetar. Berkali-kali aku mencari jawaban, mengapa waktu begitu cepat berlalu. Hingga membuatku tersadar bahwa waktu telah membuat semuanya menjadi berbeda. Mungkin hal ini sulit untuk diterima, namun yang tidak dapat dipungkiri adalah... Waktu akan mengalahkan segalanya. 
Waktu terus berlalu. Waktu memang tidak pernah berbicara, waktu memang tidak pernah menunggu, bahkan waktu tidak pernah marah karena terkadang kita menyia-nyiakannya. Yang dilakukan waktu hanyalah terus berlalu. Waktu terus berlalu, berharap kita mengerti bahwa apa pun yang terjadi, semuanya harus tetap berjalan dan terlewati.
Waktu terus berlalu. Dan aku pun juga berharap, bahwa suatu hari nanti waktu menunjukkan kepadaku seperti apa yang dikatakan oleh waktu, "Waktu akan mengalahkan segalanya".